LingkunganArsip CSR

Kuta Beach Sea Turtle Conservation

KUTA BEACH SEA TURTLE CONSERVATION


Program Bali Beach Clean Up yang dijalankan Coca-Cola Amatil Indonesia sejak tahun 2008 telah berhasil meningkatkan kebersihan wilayah pesisir Bali. Selain menjaga kebersihan pantai, program ini juga berkontribusi positif dalam memberikan kesempatan hidup yang lebih besar bagi satwa lokal Bali.

Berdasarkan data yang tercatat dari Pro Fauna dan tokoh masyarakat, dari sejak kami mendirikan BBCU Program lebih banyak telur penyu laut menetas di pantai. Inilah yang memicu CCAI untuk mengembangkan fasilitas konservasi di pantai Kuta yang kemudian dikenal sebagai KUTA BEACH SEA TURTLE CONSERVATION.

Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC) dibangun pada tahun 2010 untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan turis di pantai Bali tentang pentingnya perlindungan terhadap satwa lokal.


CCAI mendukung upaya yang dilakukan oleh Pro-Fauna, organisasi nirlaba yang bekerja untuk melindungi satwa-satwa liar di Indonesia, dan Desa Adat Kuta dalam mempertahankan program yang mereka jalani untuk melindungi penyu dan membantu para penyu tersebut kembali ke habitat alaminya.

Pantai Kuta adalah salah satu lokasi favorit yang sering dipakai penyu dewasa untuk meletakkan telur mereka. Meski begitu,  telur-telur penyu ini menghadapi banyak ancaman untuk kelangsungan hidupnya sebelum mereka akhirnya menetas dan kembali laut. Karena itulah Pihak Keamanan Pantai Kuta (Satgas Kuta) dan Bali Sea Turtle Society (BSTS) bekerja sama untuk menyelamatkan telur-telur penyu di Pantai Kuta.


MENGEMBALIKAN PENYU KE PANTAI KUTA



Sejak tahun 2002, ratusan sarang penyu telah ditemukan dan diselamatkan di Pantai Kuta. Satgas Pantai Kuta dan Bali Sea Turtle Society (BSTS) kemudian mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meletakkan sarang-sarang tersebut ke area konservasi dan memastikan telur-telur tersebut mendapat perlindungan agar dapat berkembang dengan baik.

Melindungi telur penyu memang membutuhkan usaha khusus. Jika telur diletakkan terlalu dekat dengan air, telur tersebut akan hanyut terbawa ombak. Supaya telur-telur ini tetap aman sampai pada saatnya mereka menetas, para petugas akan memindahkan mereka dengan segera ke tempat penetasan tanpa mengganggu siklus perkembangbiakkan alami mereka.


Setiap tahun, penyu biasanya meletakkan telur mereka pada bulan Maret sampai September, dan telur tersebut akan menetas antara bulan Mei sampai Oktober. Sejauh ini, baru jenis penyu Olive Ridley (Lepidochelys Olivacea) yang terlihat meletakkan telur mereka di Pantai Kuta. Antara tahun 2002 sampai pertengahan 2012, sudah ada lebih dari 20.000 telur yang dipindahkan dengan aman ke tempat penetasan, dan 80% dari antara telur-telur tersebut berhasil menetas dengan baik dan dikembalikan ke habitat alami mereka di laut.


PELEPASAN BAYI PENYU





Banyak wisatawan dan penduduk setempat yang menganggap sesi pelepasan bayi penyu sebagai atraksi yang menarik sekaligus  mendidik. Sebagian besar wisatawan, terutama para wisatawan asing, tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan bayi penyu ini. Kami menyebut aktivitas yang telah menjadi salah satu kegiatan spesial untuk menarik minat wisatawan sekaligus kegiatan promosi untuk menyelamatkan bayi penyu ini sebagai: "The Baby Turtle Race.”


Mari Bergabung dalam Sesi Pelepasan Penyu Kami :
Di mana? Di pantai dekat Hard Rock Café, tepat di sebelah kantor Keamanan Pantai Kuta.
Dengan Siapa? Anda, anak-anak Anda, keluarga Anda, teman Anda, masing-masing dari kalian bisa mendapatkan bayi penyu kalian sendiri untuk kemudian dilepaskan ke laut. Untuk memastikan Anda bisa mendapatkan bayi penyu, jangan lupa mengambil token terlebih dahulu. Meski begitu, token tidak selalu diperlukan.
Kapan? Antara bulan Mei dan September (tergantung pada jumlah tukik yang ada). Kami biasanya mengumpulkan tukik yang akan dilepaskan pada pukul 16:45 dan melepaskan mereka ke laut pukul 17:00
Biaya? Gratis!
Kenapa? Dengan ikut berpartisipasi, Anda telah berkontribusi untuk membantu "Kuta Beach Sea Turtle Conservation" dalam menyelamatkan penyu Olive Ridley yang meletakkan telur-telur mereka di Pantai Kuta.