Kabar


08 Maret 2017 Coca-Cola Amatil Indonesia Luncurkan Coca-Cola Forest Ketiga


SEMARANG, 8 March 2017 –Melanjuti kesuksesan Coca-Cola Forest di Lampung dan Bandung, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meluncurkan Coca-Cola Forest ketiga, di Semarang (8/3). Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat, Coca-Cola Forest Semarang bertujuan untuk meningkatkan cadangan air jangka panjang, dengan cara menumbuhkan 50.000 bibit pohon per tahunnya, untuk di tanam di daerah tangkapan air sekitaran Jawa Tengah.

 

Coca-Cola Forest Semarang diresmikan oleh Group Managing Director Coca-Cola Amatil (CCA) Alison Watkins, President Director CCAI Kadir Gunduz, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Tuti Hendrawati Mintarsih, dan Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin.

 

"Beroperasi secara bertanggung jawab dan memberikan dampak positif kepada masyarakat di daerah tempat kami beroperasi adalah nilai-nilai yang penting bagi kami," ujar Group Managing Director Coca-Cola Amatil (CCA) Alison Watkins. "Kami berupaya keras untuk bermitra dengan masyarakat serta pelaku bisnis. Selalu ada lebih banyak yang dapat dilakukan, tetapi keberhasilan program Coca-Cola Forest merupakan pertanda baik untuk kelanjutan dan kesuksesan masa depan kami di Indonesia."

 

Coca-Cola Forest Semarang mendukung petani dan masyarakat setempat untuk terus memproduksi padi di lahan CCAI, dan di saat yang sama turut mengembangkan kemampuan mereka dalam empat bidang baru. Mereka dapat menanam pohon di area penanaman pohon dan pembibitan CCAI; belajar membuat kompos dari ampas produksi teh CCAI; beternak ikan di sawah atau yang dikenal juga dengan Minapadi di area persawahan CCAI; dan mendalami konsep reuse-reduce-recycle. Keempat modul tersebut dapat diakses oleh masyarakat dan disampaikan melalui dua tahapan, yaitu in-class training dan praktik langsung di lapangan, untuk hasil yang maksimal.

 

“Melalui Coca-Cola Forest yang ketiga ini kami menggabungkan program-program untuk memberdayakan masyarakat melalui empat modul pelatihan, sekaligus melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon di area resapan air,” ujar Kadir Gunduz, President Director CCAI. “Bersama inisiatif-inisiatif keberlanjutan kami yang lain, Coca-Cola Forest adalah bentuk komitmen kami untuk bertumbuh bersama masyarakat di area tempat kami beroperasi sebagai bisnis yang bertanggung jawab.”

 

CCAI memandang kolaborasi yang komprehensif untuk mencapai tujuan Coca-Cola Forest sebagai hal yang krusial. Sejumlah tenaga ahli turut terlibat dalam pengembangan Coca-Cola Forest Semarang, termasuk Komunitas Harapan, Universitas Satyawacana, dan Dinas Pertanian Jawa Tengah.

 

“Pemerintah Jawa Tengah mendukung dan mengapresiasi upaya CCAI dalam bidang lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat melalui peluncuran Coca-Cola Forest Semarang. Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi contoh positif bagaimana sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada kesempatan terpisah.

 

Sejak memasuki Indonesia 25 tahun lalu, bertumbuh bersama masyarakat dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup telah menjadi bagian penting dari bisnis CCAI. Upaya CCAI dalam menjalankan program-program CSR dan Sustainability diterapkan dalam empat pilar: Our People, Our Wellbeing, Our Environment, dan Our Community.

 

Di Jawa Tengah, CCAI telah mendukung berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pabrik dan fasilitas CCAI melalui bantuan pendidikan, donasi ratusan tempat sampah untuk membantu pengelolaan sampah post-consumer, serta mempromosikan gaya hidup aktif dan sehat melalui kegiatan olahraga, termasuk program pelatihan sepakbola tahunan, Coke Kicks.