Kabar


05 April 2017 Coca-Cola Amatil Indonesia Resmikan Teknologi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) Kedua di Dunia


Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) resmikan peluncuran lini produksi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) terbaru senilai US$30 juta di Pabrik CCAI Cikedokan, Jawa Barat, Selasa (4/4). Lini baru ini akan memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dengan berat lebih ringan –pertama di kelasnya di Indonesia—dengan lapisan kaca yang akan meningkatkan durabilitas kemasan serta kesegaran produk.

Managing Director Coca-Cola Amatil Group (Amatil) Alison Watkins, dan President Director CCAI Kadir Gunduz secara resmi membuka fasilitas baru tersebut bersama Direktur Minuman dan Tembakau Kementrian Perindustrian Willem Petrus Riwu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Hening Widiatmoko. “Dua tahun lalu di Pabrik Cikedokan ini, kami mengumumkan investasi The Coca-Cola Company sebesar US$ 500 juta melalui CCAI. Semenjak itu, CCAI telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat di seluruh lini bisnis dan terus menciptakan masa depan bisnis yang lebih kuat di Indonesia,” ujar Alison.

Tahun 2015, Amatil dan The Coca-Cola Company (TCCC) memulai target ekspansi produksi, pergudangan dan infrastruktur minuman dingin di Indonesia. Sejak pengumuman investasi tersebut, CCAI telah membangun empat lini produksi minuman, satu Packaging Service Division (PSD) dengan tiga lini produksi preform, dan satu Mega Distribution Center (Mega DC) baru. Fasilitas PSD dan Mega DC yang terbaru terletak di Pandaan, Jawa Timur, dan diresmikan oleh Menteri Perinndustrian Airlangga Hartanto dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada 9 Maret 2017.

“Investasi kami, termasuk lini ASSP yang kita resmikan hari ini, merupakan bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus tumbuh dan berkembang di Indonesia,” ujar Kadir Gunduz. Teknologi ASSP dikembangkan secara eksklusif untuk The Coca-Cola System, dan lini ASSP yang dibangun di CCAI Cikedokan merupakan yang kedua di dunia. Teknologi ini juga sejalan dengan komitmen CCAI terhadap lingkungan karena ASSP akan mengurangi jumlah penggunaan plastik untuk botol ukuran 250 ml sebanyak 50 persen, setara dengan pengurangan sekitar 2.000 ton plastik setiap tahun. “Indonesia merupakan pasar dengan peluang pertumbuhan yang sangat tinggi, dan kami akan melanjutkan kerjasama yang telah terjalin bersama para karyawan, komunitas, pelanggan, pemerintah dan mitra kami untuk mewujudkan pertumbuhan itu,” tambahnya.

Beroperasi di Indonesia, pasar dengan pertumbuhan kelas menengah yang tinggi di mana setengah dari populasinya yang berjumlah 260 juta orang berusia di bawah 30 tahun, CCAI merupakan kontributor volume terbesar ke dua bagi bisnis Amatil. Saat ini, CCAI mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan untuk melayani 720.000 pelanggan, baik di pasar modern maupun tradisional di seluruh Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan kapasitas manufaktur, portfolio produk CCAI dalam distribusi dan penjualannya menjadi semakin lengkap. Hingga saat ini, CCAI mengoperasikan delapan lini produksi preform di dua fasilitas PSD, empat Mega DC, dan 38 lini produksi pabrik manufaktur kelas dunia, termasuk Pabrik Cikedokan.

Pabrik CCAI Cikedokan dibangun di atas lahan seluas 10 hektar dan merupakan pabrik terbaru yang diakuisisi oleh CCAI dengan nilai investasi US$ 124 juta. Pabrik ini memiliki lima lini produksi, termasuk ASSP, dengan kapasitas produksi sekitar 188.000 botol per jam.

Hari ini, CCAI juga meresmikan Coca-Cola Forest Cikedokan yang merupakan hutan keempat yang dikembangkan oleh perusahaan. Sebelumnya CCAI telah meluncurkan program Coca-Cola Forest di Lampung, Bandung, dan Semarang. Melalui Coca-Cola Forest Cikedokan, CCAI berencana menanam 25.000 pohon setiap tahun di sekitar area tangkapan air di daerah Jabodetabek.