Sekilas Karyawan CCAI

Untuk mengetahui gairah bekerja di CCAI, simaklah penuturan dari beberapa karyawan kami yang berasal dari berbagai posisi dan tingkatan karier mengenai pemikiran mereka tentang CCAI.

DEBORAH INTAN NOVA, Information Technology (IT) Director

Mungkin Anda belum terlalu sering melihat seorang wanita memimpin divisi IT di sebuah perusahaan multinasional. Tapi di Coca-Cola Amatil Indonesia, tak ada yang tak mungkin.

Debbie, begitu ia akrab disapa, bergabung dengan CCAI di tahun 1996 sebagai BASIS System Implementor. Alumnus Universitas Trisakti ini adalah salah satu saksi mata dari bisnis Coca-Cola yang tadinya masih serba manual dalam melakukan penjualan, bisa berkembang pesat menjadi sistem yang terintegrasi, mudah diakses, dan memudahkan manajemen dalam menganalisa strategi perusahaan. Thanks to technology.

Sebelum menjabat sebagai Direktur IT, ia menduduki posisi IS&T Manager di tahun 2006. Dengan memeluk filosofi “Keep It Simple”, Debbie dan timnya bersama-sama menciptakan inovasi teknologi yang bertujuan untuk membuat kinerja perusahaan menjadi lebih efektif and efisien. Komitmennya adalah untuk menyediakan “Best in Class” System, yaitu melalui kerjasama yang baik dengan fungsi-fungsi bisnis terkait, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penerapan teknologi yang sesuai, akan membantu percepatan pencapaian tujuan perusahaan.  

“Kita perlu memiliki integritas dan komitmen yang tinggi, serta senantiasa bekerja keras demi perusahaan. Pada saat kita membuka diri untuk terus meningkatan performa, maka yakinlah, perusahaan pasti akan membantu kita dalam mengembangkan karier,” tutur Debbie. 

 
DELIJAL MANSYURDIN, Sales and Operations Planning (S&OP) Manager

Delijal memulai kariernya di Coca-Cola Amatil Indonesia pada tahun 2001 sebagai Business Solution Analyst. Selama empat tahun, ia menangani business solution untuk area supply chain di National Office (Jakarta), yang kemudian berlanjut hingga ke area operasi.

Di tahun 2005, ia menerima tantangan untuk menjadi Business Services Manager di area operasi Kalimantan. Setahun kemudian, karena performanya yang begitu luar biasa, ia diminta untuk meninggalkan Kalimantan untuk menangani area Jawa Tengah dan Balinusa sekaligus. Tak hanya jauh dari keluarga, ia harus membagi waktu dengan baik?dua minggu di Semarang dan dua minggu lainnya di Bali.

Tapi kesempatan untuk berpindah dari satu area ke area lainnya justru membuat karier Delijal kian gemilang. “Perbedaan karakter dan budaya di tiga unit operasi itu membentuk kepribadian saya,” tutur Alumni Universitas Indonesia ini. Baginya, bekerja di Coca-Cola Amatil Indonesia akan terasa nyaman jika tiap individu tidak berpikir sebagai karyawan yang bekerja pada orang lain. “Anggaplah CCAI ini milik kita sendiri. Sebagai ‘pengusaha’, tentu kita akan selalu berpikir bagaimana caranya supaya perusahaan bisa terus maju dan menguntungkan. Dengan pemikiran ini, kita bisa menentukan perkembangan karier dan kenaikan gaji,” tuturnya.

Dan pada bulan Agustus 2008, Delijal pun resmi menjabat sebagai Sales and Operations Planning (S&OP) Manager.

 
Beni Juniarta,  Region Marketing Manager - East Java Region 

Beni telah menempuh perjalanan yang cukup panjang bersama Coca-Cola Amatil Indonesia. Ia bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 2000 melalui program Graduate Trainee Program (GTP) di Sumatera. Setelah itu, ia ditugaskan di divisi Sales & Marketing, mengurusi Fleet dan Cold Drink Equipment (CDE) selama dua tahun sampai ia menduduki posisi Fleet and CDE Manager.

 

Tahun 2003, ia memilih Market Development. Ia pertama menjabat sebagai Market Development Officer, kemudian menjadi Key Account Officer, di mana ia mengambil alih beberapa proyek penting di Southern Sumatera Operation (SSO). Ia lalu menjadi Marketing Project Manager sebelum bergabung dengan divisi Modern Channel sebagai Area Sales Manager selama hampir 3 tahun.  Dan pada tahun 2010, ia dipercaya menjadi GM Marketing & Customer Service untuk Region Islands, sebelum akhirnya pindah ke Surabaya untuk memimpin grup Marketing & Customer Service untuk seluruh Jawa Timur.


Meski hal ini kadang menjadi tantangan terberatnya, berbagai perubahan yang kerap terjadi di dalam perusahaan justru menjadi alasan kenapa ia suka bekerja untuk CCAI. Jika banyak orang cenderung kehilangan passion setelah bertahun-tahun berada di industri yang sama, Beni justru memanfaatkan perubahan-perubahan ini untuk melakukan perbaikan terhadap kualitas pekerjaan. “Anak muda cenderung tidak sabar dalam berkarier. Bersabarlah, karena perusahaan ini akan memberikan perhatian kepada mereka yang telah memberikan kontribusi secara signfikan.”

Ia mengakui kalau rahasianya dalam menghadapi tantangan adalah dengan selalu berpikir positif dan tetap konsisten menjalankan apa yang sudah direncanakan. “Saat saya bergabung dengan perusahaan ini pada awal tahun 2000, Indonesia masih merasakan dampak dari krisis moneter 1998-1999. Jadi saya hanya ingin menjadi bagian dari big name, big brand, perusahaan besar yang memiliki sustainability yang baik. Tentu saja, Coca-Cola Amatil Indonesia memiliki hal itu.”